Minggu, 25 Oktober 2015

10:11

Lalu ketika aku beranjak
Dan kau menetap
Setelah itu kita berjarak

Yang ku harap tak ada
Yang tidak malah nampak
Lalu aku harus apa?

Ketika kau melangkah jauh
Karena kau perlahan mundur
Dan aku jadi kikuk

Sepuluh jadi peluh
Tapi kenapa aku tetap luluh?
Apa karena sebelas terlalu melas?

Karena sekarang sesak
3 saja menjadi gagak
Berisik, setan!

Aku letih, aku pergi

Jumat, 23 Oktober 2015

Lepaskan saja

Karena ketika ku putuskan tuk pergi
Itu karena aku telah letih

Tapi aku pasti akan merindu
Saat canda anak belasan saat mengagum

Lalu mesti bagaimana?
Saat beranjak pilihan yang tepat

Dan aku akan menghilang
Bukan di balik alang-alang atau semak belukar

Ku bilang aku akan rindu, bahkan sangat rindu
Dan semua rasa itu, terpusat di tengah

Iya, aku rindu

Aku rindu, tapi kita sudah jauh
Siapa yang membangun dinding itu?
Aku atau kamu?

Kamu tahu apa yang membuatku semangat?
Ketika menyapamu dan kau balas dengan senyuman

Kamu tahu rasanya?
Ah sangat susah terdefinisikan!

Jangan banyak cakap!
Ini buat kamu

Karena saat aku tertampar
Dan kau telah hilang

Jangan kembali jika tak ingin
Bukan karena aku sudah ada yang lain
Tapi karena perasaanmu yang terpenting

Tulisan kecil untuk kamu dik :)

Jumat, 09 Oktober 2015

Dear you, yes you!

Jangan terlalu sayang, karena aku tak begitu sayang
Jangan terlalu sayang, karena aku gampang berbalik badan
Jangan terlalu sayang, akan sangat percuma

Secangkir teh hangat saat malam
Terlalu manis, tak apa
Aku tak terusik, bahkan ku minum sampai habis

Lalu setelah ini apa?
Saat hari cepat berganti
Saat tubuh ini semakin letih

Bahkan aku tahu mimik wajahmu
Tingkah lakumu
Dan perlahan aku menjauh darimu

Untuk kamu, iya kamu

Jangan terlalu sayang, karena aku sudah begitu
Jangan terlalu sayang, bagaimana bisa aku menjauh?

Jangan terlalu, karena aku tak mau

Bahkan ketika ku pergi, jangan terlalu sedih, adik :)