Hari ini terlalu mumet
Ah, ini seperti diari!
Kalau kata Rangga "Pecahkan saja gelasnya, biar ramai"
Ingin saya coba, tapi apa daya?
Sialan!
Pertanyaan terus mendarat, saya enggan menjawab
Berisik! Diam saja kau!
Bahkan bantal tahu saya sedang pusing
Tidak Rangga, "Pecahkan saja kepalanya, biar maur"
Karena saya tidak mau lari ke hutan
Atau ke pantai
Minggu, 22 Februari 2015
lapar, setan!
Terkadang ngobrol dengan setan jauh lebih asik dibanding dengan manusia.
Kata mereka aku aneh, tapi kataku mereka yang aneh
Apa bedanya mereka dengan setan? Sama-sama tai kan?
Penuh amarah, bedebah, dan manner yang rendah. Sama seperti setan.
Oh ada bedanya, jika berbincang dengan setan aku tak perlu bersuara, lebih enak kan?
Kata mereka aku gila, kata aku masa bodo!
Tukang ikut campur, sialan!
Ah, aku lapar.
Kata mereka aku aneh, tapi kataku mereka yang aneh
Apa bedanya mereka dengan setan? Sama-sama tai kan?
Penuh amarah, bedebah, dan manner yang rendah. Sama seperti setan.
Oh ada bedanya, jika berbincang dengan setan aku tak perlu bersuara, lebih enak kan?
Kata mereka aku gila, kata aku masa bodo!
Tukang ikut campur, sialan!
Ah, aku lapar.
Langganan:
Komentar (Atom)