Minggu, 08 November 2015

Mau beli soto?

Untuk sekumpulan anak yang selalu kena tai dari saya.

Kalian tahu? Ketika kata "tai" sudah mendarat, artinya sayang sudah tercurah.

Untuk 1 bulan yang penuh tekanan, jangan harap kata maaf karena belajar tak selalu belok ke kanan.

Untuk 1 bulan yang penuh emosi, tenanglah karena ujian akan selalu berapi-api.

Untuk 1 bulan yang tiada henti, setidaknya jangan selalu di tepi.

Tapi ku haturkan terima kasih, untuk semua rasa bahagia yang terbagi.

Iya, kita akan makan soto nanti, bersama 2 hamtaro kecil, dan malaikat galau yang selalu kalem. Jangan lupa bawa maknae, tidak ada yang selalu bertanya nanti. Dan ajak 3 bajak laut agar hari sedikit rusuh. Hey! Ternyata ada 3 penumpang baru yang mau ikut, tenang kapal masih siap menampung.

Kalian sudah siap? Moodbooster-ku sudah dikemudi.

Ku hantarkan kalian sampai membeli soto, kita makan bersama tapi pulang beda arah.

Selamat berlayar, laut kalian beda dengan lautku. Kita bertemu di ujung lautan nanti. Adakah?

Selamat malam.

-meikeadricka

Minggu, 25 Oktober 2015

10:11

Lalu ketika aku beranjak
Dan kau menetap
Setelah itu kita berjarak

Yang ku harap tak ada
Yang tidak malah nampak
Lalu aku harus apa?

Ketika kau melangkah jauh
Karena kau perlahan mundur
Dan aku jadi kikuk

Sepuluh jadi peluh
Tapi kenapa aku tetap luluh?
Apa karena sebelas terlalu melas?

Karena sekarang sesak
3 saja menjadi gagak
Berisik, setan!

Aku letih, aku pergi

Jumat, 23 Oktober 2015

Lepaskan saja

Karena ketika ku putuskan tuk pergi
Itu karena aku telah letih

Tapi aku pasti akan merindu
Saat canda anak belasan saat mengagum

Lalu mesti bagaimana?
Saat beranjak pilihan yang tepat

Dan aku akan menghilang
Bukan di balik alang-alang atau semak belukar

Ku bilang aku akan rindu, bahkan sangat rindu
Dan semua rasa itu, terpusat di tengah

Iya, aku rindu

Aku rindu, tapi kita sudah jauh
Siapa yang membangun dinding itu?
Aku atau kamu?

Kamu tahu apa yang membuatku semangat?
Ketika menyapamu dan kau balas dengan senyuman

Kamu tahu rasanya?
Ah sangat susah terdefinisikan!

Jangan banyak cakap!
Ini buat kamu

Karena saat aku tertampar
Dan kau telah hilang

Jangan kembali jika tak ingin
Bukan karena aku sudah ada yang lain
Tapi karena perasaanmu yang terpenting

Tulisan kecil untuk kamu dik :)

Jumat, 09 Oktober 2015

Dear you, yes you!

Jangan terlalu sayang, karena aku tak begitu sayang
Jangan terlalu sayang, karena aku gampang berbalik badan
Jangan terlalu sayang, akan sangat percuma

Secangkir teh hangat saat malam
Terlalu manis, tak apa
Aku tak terusik, bahkan ku minum sampai habis

Lalu setelah ini apa?
Saat hari cepat berganti
Saat tubuh ini semakin letih

Bahkan aku tahu mimik wajahmu
Tingkah lakumu
Dan perlahan aku menjauh darimu

Untuk kamu, iya kamu

Jangan terlalu sayang, karena aku sudah begitu
Jangan terlalu sayang, bagaimana bisa aku menjauh?

Jangan terlalu, karena aku tak mau

Bahkan ketika ku pergi, jangan terlalu sedih, adik :)

Sabtu, 19 September 2015

Sabar, sayang

Its okay, darling
Semuanya akan berakhir

Saat dia tak menatap
Tapi ingatlah
Hati takkan ingkar

Saat dia tak tahu
Apa kau lupa?
Tuhan maha tahu

Lalu kau mengais apa? Kebahagiaan?
Jangan sayang, itu sudah di depan mata

Lalu kau menunggu apa?
Dia datang? Masuklah sayang, di luar dingin menyapa

Sabarlah, walau mulut sudah bergetar
Tenanglah, walau tangan tak bisa diam

Dia akan datang,
Pasti dia akan datang

*untuk seseorang yang merindukan seorang Kakak

Jumat, 18 September 2015

:)

Bukan apa-apa
Tapi dia sangat lucu

Malam ini aku tidak dipeluk
Tapi dia tetap di dekatku

Usianya ditengah belasan
Kelakukannya ditengah satuan
Tak peduli
Aku malah menyayanginya

Dia siapa?
Adik angkatku.

Oh tidak,
Mungkin adik yang lupa Tuhan beri untukku

Hai adik,
Jangan tidur terlalu larut ya :)

Tidak akan

Tidak akan habis kata, walau kemayu menyingsir surya
Katamu jelita, tapi ternyata nestapa

Kita mulai mengukir cerita
Kala selimut sebagai pertanda
Memang kita sedang apa?
Padahal ujungnya hanya asa

Lalu kamu mau kemana?
Pergi menjauh saat senja

Jangan berbalik, aku tak sudi
Aku mau kamu mati

Kamis, 17 September 2015

Tentang kamu, bajingan

Lalu kami pun diam seribu bahasa
Menghentakkan sesuatu yang semu
Menjulurkan lidah saat kecup
Lalu berjalan dalam asa

Apa yang salah dengan kita?
Tutur katamu bagai preman jalanan
Tingkah lakumu bagai remaja mesjid
Lalu apa yang salah dariku?

Kala kau bilang "usai"
Walau kita belum mulai

Dan aku terdiam
Memandangi punggung yang semakin menjauh
Lalu setelah ini apa?

Ketika 2878 hari kemudian kau berikan pundak
Dan aku tak bilang telat

Kau bajingan!
Iya, kau bajingan!

Dan aku jatuh pada bajingan.
Bangsat!

Rabu, 16 September 2015

Rindu?

Suatu hari aku merindukanmu
Ingin melihat pelangi terbalik dibibirmu
Sapa sejuk tutur bahasamu
Sentuhan lembut jemarimu

Suatu hari aku melupakanmu
Tak mengingat sedikit pun tentangmu
Tak peduli lambaian tanganmu
Berpaling dari setiap tatapanmu

Suatu hari aku mulai cemburu
Dengannya yang kini kau belai
Dengannya yang setiap saat kau kecup
Dengannya yang selalu kau peluk

Lalu suatu hari aku terdiam
Jantungku tak berdegub saat melihatmu
Hatiku datar saat bertemu denganmu
Sikapku santai saat menyapamu

Lalu aku tersadar,
Ternyata aku setan
Dan aku terhentak,
Dia manusia yang mirip setan

Pantas aku menyukainya

Selasa, 15 September 2015

Kamu terlalu berisik

Katanya aku sudah terlalu jauh tertinggal, makanya aku bimbang
Harus berhenti atau bertindak?
Harus cepat atau perlahan?

Mereka bilang aku bodoh
Gerakku lamban
Lalu aku bilang "masa bodo"
Gerakku hanya tertahan

Jadi kini aku menyebrang
Tak lagi di jalan yang datar
Penuh liku dan bebatuan
Tapi jangan memintaku untuk bersabar

Ah sudahlah, langit menjadi senja
Kenapa kita tak beristirahat saja?
Aku tahu kau murka
Karna kau durja

She called me "mbak Keke"

Mungkin cuma dia yang menganggap gue dewasa diantara sekian banyak orang yang bilang "gue kayak anak kecil". Terima kasih.

Senin, 27 Juli 2015

Teman

Sudah berapa lama kita kenal?
Ah tidak!
Sudah berapa lama kita berteman?

Jangan dihitung, aku tak ingin tahu

Yang aku tahu kita teman dekat
Tapi masihkah sedekat dahulu?

Bahkan aku tidak menceritakan orang yang ku suka padamu
Padahal dulu kau selalu cerita tentang orang yang kau suka

Malam ini aku teringat padamu
Tentang semua cerita lucu yang hanya kita mengerti
Tapi kemana semua itu pergi?

Ini bukan salahmu, sepertinya ini salahku
Kaki ini sudah melangkah jauh
Kau hanya terlihat sedikit, setitik

Hai "cuplis"
Bagaimana harimu? Bagaimana hatimu?

Tahun ini, aku tidak mengucapkan selamat ulangtahun padamu

Walau yang aku rasa, aku menyayangimu

Tak peduli seberapa diam saat aku bersamamu
Mari berbincang saja dengan doa

Tak peduli seberapa sering aku menghindar
Mari bertemu saja dalam lelap

Kamu yang terbaik.

Selasa, 30 Juni 2015

Cara Pintar (Nggak Pintar) Mengatur Keuangan

Me-manage keuangan itu emang gampang-gampang susah. Gampang kalau kita niat. Susah kalau niatnya gak kuat.

Saya sendiri termasuk orang yang niat nabungnya naik-turun. Alhasil, keuangan pun naik turun juga. Kadang bisa ngaturnya, kadang kebablasan borosnya. Karena itu, saya punya trik jitu buat mengatur keuangan yaitu: simpan uang di selipan lemari.

Kuno banget nggak sih? Sementara orang lain nabung di bank, saya malah di selipan. Sebenarnya ini semua karena saya pelupa. Jadi saya suka lupa sehabis naro uang di selipan lemari. Ada saat-saat tertentu saya ingat dengan 'tabungan rahasia' ini dan senengnya bukan main. Seperti nemu harta karun!

Cara ini sih seperti iseng-iseng. Nggak bisa dibilang cara efektif juga buat nabung, tapi cukup membantulah.

Selain itu, saya juga membuka beberapa akun di bank. Setiap akun beda fungsi. Ada yang untuk menyimpan uang, ada yang untuk jajan, ada juga yang spesial untuk membeli barang impian atau dana traveling. Kartu ATM bank yang untuk menabung biasanya saya tinggal di rumah. Jadi gak ada kesempatan untuk menggunakannya. Pengeluaran pun jadi lebih terorganisir dan lebih hemat. Gak ada lagi deh tergoda biat belanja pakai uang tabungan.

Selain dua cara di atas, sebenarnya saya ingin mencoba cara lain yaitu dengan menabung emas. Atau istilahnya investasi. Kenapa emas? Satu, karena emas mudah dibeli. Apalagi sekarang banyak toko emas online, seperti ORORI. Yang kedua, beli emas lebih murah dibanding beli tanah dan lebih mudah dibanding main saham. Untuk orang awam, termasuk saya, main saham tuh bingungin. Nabung emas ini bisa dengan emas batangan atau emas perhiasan, seperti kalung, cincin, liontin dan lain-lain.






Rabu, 27 Mei 2015

Mencoba tidur apa mati?

Hari ini aku minum obat tidur
Sambil berharap akan tidur selamanya

Masa bodo jika takdirku di neraka
Tak ada bedanya juga di sini

Setiap manusia merasa paling benar
Aku juga, ah kalau begini tidak ada bedanya dengan setan

Hahaha iya, setan masih jadi sahabat karibku
Kita bertukar pikiran, tidak, dia mengacaukan pikiranku

Tapi tak apa, terkadang pula, aku membakarnya dengan sholatku
Dan membunuhnya dengan doaku

Tapi kini aku tak peduli,
Hari ini Ibu bilang aku nyusahin

Alaaaaaaahh, mungkin aku seperti tai yang tertahan di perut
Atau kentut yang tak sengaja keluar saat ramai

Aku kan sudah bilang tak peduli
Aku hanya mencoba untuk tidur, sambil mencoba untuk mati

Selamat malam, Ibu
Oh iya, apakah aku sebodoh itu?

Minggu, 22 Februari 2015

Dear diary

Hari ini terlalu mumet
Ah, ini seperti diari!
Kalau kata Rangga "Pecahkan saja gelasnya, biar ramai"
Ingin saya coba, tapi apa daya?
Sialan!

Pertanyaan terus mendarat, saya enggan menjawab
Berisik! Diam saja kau!
Bahkan bantal tahu saya sedang pusing

Tidak Rangga, "Pecahkan saja kepalanya, biar maur"
Karena saya tidak mau lari ke hutan
Atau ke pantai

lapar, setan!

Terkadang ngobrol dengan setan jauh lebih asik dibanding dengan manusia.

Kata mereka aku aneh, tapi kataku mereka yang aneh
Apa bedanya mereka dengan setan? Sama-sama tai kan?
Penuh amarah, bedebah, dan manner yang rendah. Sama seperti setan.

Oh ada bedanya, jika berbincang dengan setan aku tak perlu bersuara, lebih enak kan?

Kata mereka aku gila, kata aku masa bodo!
Tukang ikut campur, sialan!

Ah, aku lapar.