Sabtu, 19 September 2015

Sabar, sayang

Its okay, darling
Semuanya akan berakhir

Saat dia tak menatap
Tapi ingatlah
Hati takkan ingkar

Saat dia tak tahu
Apa kau lupa?
Tuhan maha tahu

Lalu kau mengais apa? Kebahagiaan?
Jangan sayang, itu sudah di depan mata

Lalu kau menunggu apa?
Dia datang? Masuklah sayang, di luar dingin menyapa

Sabarlah, walau mulut sudah bergetar
Tenanglah, walau tangan tak bisa diam

Dia akan datang,
Pasti dia akan datang

*untuk seseorang yang merindukan seorang Kakak

Jumat, 18 September 2015

:)

Bukan apa-apa
Tapi dia sangat lucu

Malam ini aku tidak dipeluk
Tapi dia tetap di dekatku

Usianya ditengah belasan
Kelakukannya ditengah satuan
Tak peduli
Aku malah menyayanginya

Dia siapa?
Adik angkatku.

Oh tidak,
Mungkin adik yang lupa Tuhan beri untukku

Hai adik,
Jangan tidur terlalu larut ya :)

Tidak akan

Tidak akan habis kata, walau kemayu menyingsir surya
Katamu jelita, tapi ternyata nestapa

Kita mulai mengukir cerita
Kala selimut sebagai pertanda
Memang kita sedang apa?
Padahal ujungnya hanya asa

Lalu kamu mau kemana?
Pergi menjauh saat senja

Jangan berbalik, aku tak sudi
Aku mau kamu mati

Kamis, 17 September 2015

Tentang kamu, bajingan

Lalu kami pun diam seribu bahasa
Menghentakkan sesuatu yang semu
Menjulurkan lidah saat kecup
Lalu berjalan dalam asa

Apa yang salah dengan kita?
Tutur katamu bagai preman jalanan
Tingkah lakumu bagai remaja mesjid
Lalu apa yang salah dariku?

Kala kau bilang "usai"
Walau kita belum mulai

Dan aku terdiam
Memandangi punggung yang semakin menjauh
Lalu setelah ini apa?

Ketika 2878 hari kemudian kau berikan pundak
Dan aku tak bilang telat

Kau bajingan!
Iya, kau bajingan!

Dan aku jatuh pada bajingan.
Bangsat!

Rabu, 16 September 2015

Rindu?

Suatu hari aku merindukanmu
Ingin melihat pelangi terbalik dibibirmu
Sapa sejuk tutur bahasamu
Sentuhan lembut jemarimu

Suatu hari aku melupakanmu
Tak mengingat sedikit pun tentangmu
Tak peduli lambaian tanganmu
Berpaling dari setiap tatapanmu

Suatu hari aku mulai cemburu
Dengannya yang kini kau belai
Dengannya yang setiap saat kau kecup
Dengannya yang selalu kau peluk

Lalu suatu hari aku terdiam
Jantungku tak berdegub saat melihatmu
Hatiku datar saat bertemu denganmu
Sikapku santai saat menyapamu

Lalu aku tersadar,
Ternyata aku setan
Dan aku terhentak,
Dia manusia yang mirip setan

Pantas aku menyukainya

Selasa, 15 September 2015

Kamu terlalu berisik

Katanya aku sudah terlalu jauh tertinggal, makanya aku bimbang
Harus berhenti atau bertindak?
Harus cepat atau perlahan?

Mereka bilang aku bodoh
Gerakku lamban
Lalu aku bilang "masa bodo"
Gerakku hanya tertahan

Jadi kini aku menyebrang
Tak lagi di jalan yang datar
Penuh liku dan bebatuan
Tapi jangan memintaku untuk bersabar

Ah sudahlah, langit menjadi senja
Kenapa kita tak beristirahat saja?
Aku tahu kau murka
Karna kau durja

She called me "mbak Keke"

Mungkin cuma dia yang menganggap gue dewasa diantara sekian banyak orang yang bilang "gue kayak anak kecil". Terima kasih.