Lalu kami pun diam seribu bahasa
Menghentakkan sesuatu yang semu
Menjulurkan lidah saat kecup
Lalu berjalan dalam asa
Apa yang salah dengan kita?
Tutur katamu bagai preman jalanan
Tingkah lakumu bagai remaja mesjid
Lalu apa yang salah dariku?
Kala kau bilang "usai"
Walau kita belum mulai
Dan aku terdiam
Memandangi punggung yang semakin menjauh
Lalu setelah ini apa?
Ketika 2878 hari kemudian kau berikan pundak
Dan aku tak bilang telat
Kau bajingan!
Iya, kau bajingan!
Dan aku jatuh pada bajingan.
Bangsat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar