Minggu, 23 November 2014

Pikiranku terlalu rumit, ku putuskan menulis ini

Bagaimana rasanya dirindukan? Mungkin pertanyaannya sama dengan bagaimana rasanya jatuh cinta?

Saya melihat orang-orang di sekitar. Mereka saling membagi tawa. Mereka menukar cerita. Mereka menghapus airmata. Dan mereka memberikan pelukan.

Mereka juga saling mengucap rindu. Lalu aku mulai berpikir. Bagaimana prosesnya sehingga rasa itu muncul? Jika lama tak bertemu. Ku putuskan untuk tak memperlihatkan diri sejenak. Namun ketika ku muncul, tak ada kata "rindu" yang terdengar, tak ada pelukan hangat yang mendarat.

Sampai pada satu ketika aku terhentak. Aku bukan hantu yang tak terlihat. Aku bukan bayang yang selalu diinjak. Tapi aku hanya orang asing, ada tapi kerap diabaikan.

Saya melihat orang-orang di sekitar. Mereka berpasangan. Mereka berpegang tangan. Mereka bercakap mesra. Dan mereka bercumbu.

Mereka juga saling mengucap cinta. Lalu aku mulai berpikir. Bagaimana proses seseorang bisa jatuh cinta? Aku tak menemukan jawabannya. Pertanyaan yang terlalu susah, sama seperti ketika seseorang terus bertanya kenapa manusia harus diciptakan kalau Dia tahu akan ada yang menentangNya?

Sampai pada satu ketika aku terhentak. Karena setiap orang datang dan pergi, makanya aku tak peduli, kini kujalani hidup tak sendiri, ada keluarga yang menemani, karena mereka selalu di hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar