Aku suka sepi. Karena sepi membuatku nyaman. Melindungiku dari keramaian yang mau menelanku. Mengajakku ke tempat terbaik untuk mengumpat dari ribuan kata yang mencariku.
Aku suka sepi. Tapi kini sepi tak suka aku. Perlahan dia mengambil semua waktuku. Mengecilkan tempat persembunyianku sehingga sesak yang terasa. Mengacaukan ketenanganku dan membisingkan pikiranku.
Aku tak menangis karena aku tak peduli. Aku juga bosan dengan sepi, makanya ku biarkan dia menikam ku dengan pisau kesunyian.
Sepi kini resmi membunuhku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar