Kata orang, mimpi atau cita-cita harus setinggi langit. Aku sudah
menerapkan itu. Mimpiku tinggi, saking tingginya tanganku tak sampai. Tapi aku
tak putus asa, ku naiki tangga agar tangan ku sampai. Gagal, tangganya masih
terlalu pendek. Aku mencobanya lagi, ku bawa yang lebih tinggi. Sial! Masih
gagal.
Berulang kali ku coba, berulang kali aku gagal. Lalu aku lelah, ku
putuskan untuk rehat sebentar. Dan aku membiarkan airmata menetes. Terlalu
banyak luka sisa jatuhku dari tangga yang tak sampai. Darah, nanah, keringat.
Tapi aku hanya istirahat, tak berhenti. Tunggu aku, wahai mimpi yang ku
lepaskan ke langit. Aku sedang merakit tangga agar bisa mencapaimu kelak.
Tunggu aku, di ujung langit sana,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar